Ternyata Aset Perumahan Bisa Turun, Termasuk Solo!

Banyak pemilik properti di Surakarta terkejut saat menyadari bahwa investasi mereka tidak selalu meroket. Meskipun Solo terus berkembang, fenomena aset perumahan Solo turun mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan investor lokal maupun perbankan.

aset perumahan solo turun

Mengapa Harga Properti Bisa Merosot?

Pada dasarnya, properti adalah aset yang sangat dipengaruhi oleh kebijakan makro dan mikro. Berbeda dengan anggapan umum, nilai properti bisa mengalami kontraksi hebat. Penurunan ini biasanya dipicu oleh tiga faktor utama: kondisi fisik bangunan yang menyusut, perubahan tata kota yang membuat lingkungan tidak lagi nyaman, hingga masalah legalitas yang menghambat proses transaksi di bank.

Hubungan Emas, Ekonomi, dan Kebijakan Bank

Selain faktor fisik, aset perumahan Solo turun juga berkaitan erat dengan dinamika pasar keuangan global. Sebagai tambahan, menarik untuk melihat hubungan properti dengan emas.

  • Pertama, saat suku bunga bank melonjak, minat masyarakat terhadap KPR menurun drastis.

  • Kedua, ketika terjadi krisis likuiditas, masyarakat cenderung menjual aset apapun—baik emas maupun rumah—demi memegang uang tunai (Cash is King).

Oleh karena itu, jangan heran jika saat harga emas tertekan, harga properti juga ikut lesu karena keduanya berebut likuiditas yang sama di pasar.

Baca Juga: Ketahui Prospek Investasi Properti Cluster di Solo

Peran Pemerintah: Antara Pajak dan DP 0%

Meskipun tren aset perumahan Solo turun terlihat mengkhawatirkan, pemerintah dan perbankan sebenarnya tidak tinggal diam. Bahkan, mereka melakukan berbagai intervensi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional:

  1. Insentif PPN DTP: Pemerintah sering menghapus pajak pertambahan nilai untuk merangsang pembelian.

  2. Relaksasi DP 0%: Bank Indonesia mempermudah syarat uang muka agar pasar kembali bergairah.

  3. Multiplier Effect: Dengan menjaga agar sektor properti tidak ambruk, negara memastikan 170 sektor pendukung lainnya (seperti toko bangunan dan tenaga kerja) tetap bertahan.

Singkatnya, kebijakan “hapus pajak” ini bukanlah kerugian bagi negara, melainkan investasi jangka panjang agar tidak terjadi krisis perbankan yang lebih besar akibat kredit macet.

Baca Juga: Keuntungan Infrastruktur Setelah Investasi Properti di Solo

Langkah Yang Bisa Diambil

Setelah memahami bahwa properti memiliki risiko yang nyata, langkah apa yang harus Anda ambil sekarang? Jangan terburu-buru menjual aset saat harga sedang terkoreksi.

  • Evaluasi kembali lokasi dan kondisi bangunan Anda secara rutin.

  • Pantau kebijakan terbaru dari Bank Indonesia terkait suku bunga KPR.

  • Diversifikasi aset agar portofolio keuangan Anda tidak hanya bergantung pada satu jenis instrumen.

Butuh bantuan menganalisis beli rumah sekarang atau nanti? Segera hubungi kami melalui website purialamsentosa.com.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *