Suku Bunga BI Ditahan 4,75%, Waktunya Beli Rumah di Solo?

Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18–19 Februari 2026. Keputusan ini menjadi yang kelima berturut-turut sejak pemangkasan terakhir pada September 2025. Bagi calon pembeli properti, kondisi ini membuka pertanyaan penting akan seberapa besar pengaruh suku bunga terhadap daya beli rumah di Solo?

Suku Bunga Rumah di Solo

Alasan BI Menahan Suku Bunga

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyatakan keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan pada stabilisasi nilai tukar rupiah, di tengah ketidakpastian global yang meningkat.

BI juga menegaskan akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter yang telah ditempuh sebelumnya, serta tetap mencermati ruang penurunan BI Rate lebih lanjut.

Sepanjang 2025, BI telah memangkas suku bunga sebesar 125 basis poin secara kumulatif. Namun transmisi ke suku bunga kredit perbankan berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.

Dampak BI Rate terhadap Rumah di Solo

Stabilnya BI Rate di level 4,75% memberikan kepastian bagi pasar properti, termasuk di Kota Solo. Ketika BI Rate stabil di level moderat, bank memiliki ruang lebih lebar untuk menurunkan suku bunga kredit, termasuk KPR. Kondisi ini mendorong persaingan ketat antarbank dalam merilis produk KPR berbunga rendah.

Suku bunga kredit perbankan secara nasional baru turun sekitar 40 basis poin sejak Januari 2025. BI menilai penurunan ini perlu terus ditransmisikan ke suku bunga kredit agar pertumbuhan ekonomi lebih terdorong.

Secara praktis, suku bunga KPR fixed dari berbagai bank nasional pada awal 2026 berada di kisaran 3,88% hingga 5,50% untuk masa tetap 1–3 tahun pertama, sebelum beralih ke suku bunga mengambang (floating).

Baca juga: Mending Pilih Tenor KPR Pendek atau Panjang?

Proyeksi Suku Bunga ke Depan

Ekonom memperkirakan peluang penurunan suku bunga BI baru akan terbuka paling cepat pada akhir kuartal II-2026 atau awal semester II-2026. Fokus BI dalam jangka pendek masih mengarah pada stabilitas nilai tukar dan inflasi, di tengah volatilitas global yang membayangi.

BI tetap membuka ruang penurunan suku bunga lebih lanjut di 2026, dengan syarat inflasi tetap dalam sasaran 2,5% ± 1% dan pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan pada kisaran 4,9% hingga 5,7%.

Kondisi tersebut berarti suku bunga KPR berpotensi semakin kompetitif dalam beberapa bulan ke depan, meski besaran dan waktunya masih bergantung pada dinamika global.

Peluang Pasar Properti Khususnya Rumah di Solo

Kota Solo terus berkembang sebagai pusat ekonomi dan budaya di Jawa Tengah. Stabilnya suku bunga acuan memberikan kepastian cicilan bagi pembeli rumah di solo, baik untuk hunian pertama maupun investasi properti jangka panjang.

Dengan bunga KPR yang relatif terjaga, pasar properti Solo dinilai masih berada pada titik yang kondusif. Sebelum mengambil keputusan, penting untuk membandingkan penawaran antarbank, memahami skema bunga fixed dan floating, serta menyesuaikan tenor dengan kemampuan finansial.

Mulai dari Konsultasi, Tanpa Biaya!

Tertarik memiliki hunian di kawasan strategis Solo dengan harga terjangkau dan proses KPR yang mudah? PT Puri Alam Sentosa hadir dengan pilihan properti unggulan yang siap mendukung impian kepemilikan rumah. Hubungi tim kami untuk informasi unit dan konsultasi KPR tanpa biaya.

0 replies

Trackbacks & Pingbacks

  1. […] Baca juga: Suku Bunga BI Ditahan 4,75%, Waktunya Beli Rumah di Solo? […]

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *