Tangga Split Level, Aman untuk Anak dan Lansia? Ini Tips Pengamanannya

Rumah split level terlihat modern dan lapang, tetapi satu pertanyaan sering muncul dari keluarga yang punya balita atau orang tua lansia: apakah tangganya aman? Jawaban singkatnya, aman jika dirancang dan dilengkapi pengaman dengan benar, tetapi tetap perlu pertimbangan ekstra bagi lansia dengan mobilitas terbatas.

tangga split level dengan railing dan pencahayaan untuk anak dan lansia

Apa Itu Rumah Split Level?

Split level adalah rumah dengan perbedaan tinggi lantai sekitar setengah tingkat antar zona, dan tiap level dihubungkan tangga pendek.  Satu lintasan tangga split level rata-rata hanya sekitar 11 anak tangga, sedangkan rumah dua lantai konvensional butuh sekitar 24. Void yang terbentuk di antara tingkat juga membantu masuknya cahaya dan sirkulasi udara.

Artinya, tiap lintasan lebih pendek, tetapi anak tangga tersebar di lebih banyak titik di dalam rumah. Itulah sumber keunggulan sekaligus risikonya.

tangga pendek di rumah split level dengan void

Kenapa Perlu Perhatian Ekstra untuk Anak dan Lansia?

  • Anak kecil dan balita belum stabil berjalan dan mudah terpeleset, terjatuh dari tepi level, atau menyelip di celah pagar.
  • Lansia lebih rentan jatuh akibat keseimbangan dan kekuatan kaki yang menurun. Karena anak tangga ada di banyak area, risiko terjadi lebih sering.
  • Kejadian sehari-hari seperti membawa barang, berjalan malam hari, atau lantai basah membuat tangga pendek pun bisa berbahaya.

Standar Ukuran sebagai Acuan

Persyaratan kemudahan bangunan gedung dalam Permen PUPR No. 14/2017 bisa dipakai sebagai acuan desain yang aman bagi semua pengguna. Penerapannya, wajib atau disarankan, bergantung pada jenis bangunan, jadi anggap ini acuan.

Elemen Acuan Catatan
Tinggi anak tangga (riser) Tidak lebih dari 18 cm Harus seragam di satu lintasan
Lebar pijakan (tread) Paling sedikit 30 cm Pijakan terlalu sempit meningkatkan risiko tergelincir
Pegangan rambat (handrail) Tinggi 65–80 cm, menerus minimal di satu sisi Lebih rendah untuk anak, 80 cm untuk dewasa
Jarak handrail ke dinding Paling sedikit 5 cm Agar tangan tidak terjepit
Ujung handrail Diperpanjang di puncak dan dasar Memberi pegangan saat melangkah masuk dan keluar
Tangga lebar lebih dari 220 cm Tambahan handrail di tengah Untuk tangga yang sangat lebar
Bordes (landing) Disediakan sebagai tempat istirahat Penting untuk tangga panjang

Tips Pengamanan untuk Anak

  • Pasang gerbang tangga di bagian atas dan bawah.
  • Pilih railing vertikal rapat, bukan horizontal.
  • Tutup celah pada pagar dan tepi level yang terbuka.
  • Pasang sakelar lampu di atas dan bawah tangga agar mudah menyalakan lampu dari lantai mana pun.
  • Jaga tangga bebas barang. Mainan dan tas di anak tangga sering menjadi penyebab tersandung.
  • Awasi balita terutama saat mereka baru belajar berjalan. Pengaman membantu, tetapi tidak menggantikan pengawasan.

Tips Pengamanan untuk Lansia

  • Pasang handrail di kedua sisi dan menerus. Hal ini disarankan karena pegangan pada kedua sisi memberi keamanan jauh lebih baik daripada satu sisi.
  • Pilih bentuk handrail yang nyaman digenggam, bulat atau oval dan tidak licin.
  • Beri pencahayaan yang cukup dan merata, termasuk lampu di dekat anak tangga atau step lighting, supaya batas pijakan terlihat jelas.
  • Gunakan permukaan anti-slip. Pasangnosing atau stiker anti-slip pada tepi pijakan.
  • Pilih tangga model U atau yang punya bordes bila memungkinkan karena bordesnya bisa dipakai beristirahat, dan tidak menyarankan tangga melingkar.
  • Utamakan kamar dan kamar mandi di level yang paling mudah dijangkau. Ini saran praktis saya untuk mengurangi seringnya naik turun.

Material dan Permukaan: Jangan Sampai Licin

Permukaan licin adalah penyebab utama terpeleset. Granit yang mengkilap cenderung lebih licin saat terkena air, sementara keramik memiliki banyak varian anti-slip. Pilih permukaan matt atau bertekstur untuk anak tangga, dan jika memakai karpet, pastikan menempel kuat. Hindari area basah di dekat tangga, misalnya kaki yang basah dari kamar mandi.

Ringkasan Prioritas Pengamanan

Penghuni Risiko utama Pengamanan prioritas
Balita dan anak kecil Jatuh dari tepi, menyelip di celah, memanjat Gerbang tangga, railing vertikal rapat, celah maksimal 10 cm
Anak yang lebih besar Berlari, tersandung barang Anak tangga seragam, tangga bebas barang, lampu
Lansia Kehilangan keseimbangan, pijakan tidak terlihat Handrail dua sisi, anti-slip, pencahayaan, bordes
Penghuni yang membawa barang Tersandung saat tangan penuh Pencahayaan, pijakan lebar, hindari barang di tangga

Baca juga: Rumah untuk Pensiunan di Solo, Siap Huni

Cek Tangga Saat Survei dan Serah Terima

  • Ukur tinggi dan lebar anak tangga di beberapa titik, pastikan seragam.
  • Cek handrail: kokoh, tidak goyang, dan menerus.
  • Cek celah railing dan tepi level yang terbuka.
  • Lihat permukaan dan nosing apakah anti-slip.
  • Periksa pencahayaan dan lokasi sakelar.
  • Pastikan area di sekitar tangga bebas hambatan.

Detail lain bisa dilihat di pemeriksaan saat serah terima rumah di Solo. Setelah menempati rumah, tips hemat perawatan rumah membantu menjaga perangkat pengaman tetap berfungsi.

Split Level di Jindallae House

memeriksa handrail tangga saat serah terima rumah

Jindallae House di Citra Buana Residence 2 menerapkan konsep split level dengan high ceiling dan void yang membantu pencahayaan dan sirkulasi udara di seluruh rumah. Untuk detail tangga, seperti tinggi dan lebar anak tangga, jenis railing, permukaan anti-slip, dan pencahayaan, saya tidak menemukan keterangannya di halaman yang saya baca, jadi tanyakan langsung ke tim pemasaran.

Bagi keluarga dengan lansia atau balita, Deiji House (1 lantai dengan rooftop) bisa dibandingkan sebagai alternatif dengan tangga lebih sedikit. Untuk pertimbangan keluarga dengan anak, baca juga memilih rumah keluarga edukatif di Solo. Dikembangkan oleh PT Puri Alam Sentosa, hunian ini bisa Anda lihat langsung sebelum memutuskan.

Baca juga: Rekomendasi Perumahan di Solo dengan Desain Void

Sudah Menemukan Hunian yang Sesuai? Cek Langsung Sebelum Kehabisan!

Ingin memeriksa langsung tangga, railing, dan tata ruang unit idaman? Citra Buana Residence 2 dapat menjadi pilihan untuk disurvei. Anda dapat mengunjungi PT Puri Alam Sentosa, melihat informasi melalui Citra Buana Residence 2, mengikuti @purialamsentosa, atau menghubungi 0895-1717-0707 untuk mengatur jadwal survei.

Pertanyaan Seputar Tangga Split Level

Apakah rumah split level aman untuk anak?

Aman jika dilengkapi gerbang tangga, railing rapat, celah maksimal 10 cm, dan anak tangga anti-slip. Balita tetap perlu pengawasan.

Apakah rumah split level cocok untuk lansia?

Kurang ideal bagi lansia dengan mobilitas terbatas karena banyak anak tangga di berbagai titik. Dengan handrail dua sisi, pencahayaan, anti-slip, dan kamar di level yang mudah dijangkau, risikonya bisa ditekan.

Berapa tinggi anak tangga yang aman?

Acuan Permen PUPR 14/2017 adalah tidak lebih dari 18 cm, dengan lebar pijakan minimal 30 cm dan ukuran seragam di satu lintasan.

Berapa jarak maksimal antar pagar tangga?

Maksimal sekitar 10 cm agar kepala anak tidak terjepit, menurut panduan desain tangga.

Apakah perlu handrail di dua sisi?

Sangat dianjurkan untuk lansia. Handrail dua sisi dan menerus memberi keamanan lebih baik daripada satu sisi.

Apa bedanya tangga split level dengan tangga rumah dua lantai?

Tangga split level lebih pendek per lintasan (sekitar 11 anak tangga) tetapi tersebar di banyak titik, sedangkan tangga dua lantai biasanya satu lintasan panjang (sekitar 24 anak tangga).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *